Sastrawan Angkatan Sebelum 1920
Abdullah bin Abdulkadir Munsyi (Munshi) (Malaka,1796-Mekkah,1854 (dahuluTurkisekarangArab Saudi) adalah seorang sastrawanMelayu. Abdullah merupakan peranakanArabdanTamil, namun dibesarkan di tengah budayaMelayudiMelaka, yang pada saat itu baru saja dijajah Britania. Dia bekerja sebagai guru bahasa (munsyi). Pada awalnya diamengajarkanbahasa Melayukepada tentara keturunanIndiadi garnisun Melaka, dan kemudian kepada para misionaris, pegawai dan pebisnisBritania dan Amerika Serikat. Dia pernah bekerja untukThomasStamford Rafflessebagai juru tulis, menerjemahkanInjilserta teks agama Kristenlainnya untuk London Missionary Society di Malaka, danmenjadi pencetak untuk American Board of Missions diSingapura.Abdullah meninggal diMekkah, kemungkinan karena penyakitkolera, pada saat hendak menjalankan ibadah haji.
Syeikh Hamzah Fansuri ialah seorang ulama dan pujanggabesar Melayu. Beliaulah penyair Melayu pertama yang menggubahsyair-syair bersifat agama. Hamzah Fansuri dipercayai dilahirkanpada akhir abad ke-16 di Barus atau Panchor, Sumatera Utara.Panchor disebut Fansur dalam bahasa Arab. Pada tahun 1726,Francois Valentijn dalam bukunya Oud en Nieuw Oost-Indie (HindiaTimur Lama dan Baharu) pada bab mengenai Sumatera, menyebutHamzah Fansuri sebagai seorang penyair yang dilahirkan di Fansur.Karangan-karangan prosa Hamzah yang terpenting ialah Asrar al-Arifin (Rahsia Orang yang Bijaksana), Sharab al-Asyikin (MinumanSegala Orang yang Berahi) dan Zinat al-Muwahidin
(PerhiasanSekalian Orang yang Mengesakan). Syair-syair beliau pula ialah SyairSi Burung Pingai, Syair Si Burung Pungguk, Syair Sidang Fakir, SyairDagang dan Syair Perahu.
3. Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad (Pulau Penyengat,Kepulauan Riau,1808-Riau, 1873)
adalah ulama,sejarawan, pujangga, dan terutama pencatat pertamadasar-dasar tatabahasa Melayulewat buku
PedomanBahasa; buku yang menjadi standar bahasa Melayu.Karya monumentalnya,
Gurindam Dua Belas (1847),menjadi pembaru arussastrapada zamannya. Bukunyaberjudul: Kitab Pengetahuan Bahasa, yaitu Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama
merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara. Iaditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagaipahlawan nasional pada5 November 2004.
Komentar
Posting Komentar